Ilmu Bukan Hanya Untuk Di Pelajari Tapi Juga Untuk Di Amalkan
Space Ads close

Selamat datang di blog saya,, jika ada kritikan atau masukan silahkan di posting saja..semua kritikan dan masukan anda akan sangat membantu..


This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 22 Oktober 2011

Astronomer Hawaii dapat Gambar Terbentuknya Planet




Astronomer Hawaii dapat Gambar Terbentuknya Planet
Jumat, 21 Oktober 2011 06:45 WIB     
Astronomer Hawaii dapat Gambar Terbentuknya Planet
AP/Karen L. Teramura/bo
HONOLULU--MICOM: Astronomer berhasil mengambil gambar terbentuknya sebuah planet.

Adam Kraus dari Institut Astronomi di University of Hawaii mengatakan planet tersebut terbentuk dari debu dan gas yang mengelilingi sebuah bintang berusia 2 juta tahun yang berjarak sekitar 450 tahun cahaya dari bumi.

Planet tersebut berdasarkan model pembentukan planet diperkirakan telah mulai terbentuk sekitar 50 ribu hingga 100 ribu tahun lalu.

Diberi nama LkCa 15 b, planet itu merupakan planet termuda yang pernah diobservasi. Rekor sebelumnya berusia lima kali lebih tua.

Kraus dan rekannya Michael Ireland dari Macquarie University menggunakan Teleskop Keck di Mauna Kea untuk menemukan planet itu.

"Kami melihat obyek tersebut pada waktu yang tepat. Kami menemukan sebuah bintang muda dengan disk yang mengelilinginya yang menunjukkan ada sebuah planet yang tengah terbentuk. Kami kemudian melihat sesuatu terbentuk di tengah-tengah disk tersebut," ujar Kraus.

Kraus menyampaikan penemuannya tersebut di Goddard Space Flight Center milik NASA di Maryland. Laporan penemuan Kraus dan Ireland rencananya akan segera diterbitkan di The Astrophysical Journal. (AP/OL-12) 
Sumber : mediaindonesia.com, 22 Oktober 2011

Ilmuwan Indonesia Raih Penghargaan di Perancis


Ilmuwan Indonesia Raih Penghargaan di Perancis
Yunanto Wiji Utomo | A. Wisnubrata | Jumat, 21 Oktober 2011 | 09:12 WIB


Yunanto Wiji UtomoKadarusman (kiri) dan Hananto Prabowo, peraih Mahar Schutzenberger Award 2011 dari AFIDES Foundation.


Dua ilmuwan asal Indonesia yang tengah menempuh pendidikan doktoral di Perancis menerima Mahar Schutzenberger Award 2011 dari AFIDES Foundation. Mereka adalah Kadarusman dan Hananto Prakoso yang masing-masing tengah menyelesaikan studi di Universitas Paul Sabatier Toulouse dan Universitas Paris Est-Creteil.
Penghargaan ini diberikan sejak 20 tahun lalu kepada mahasiswa doktoral di Perancis yang penelitiannya dinilai memiliki kontribusi besar bagi sains dan teknologi. Hingga saat ini, tercatat sudah 48 mahasiswa yang menerima penghargaan ini.
Pemberian penghargaan berlangsung Kamis (20/10/2011) di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Paris, dihadiri Helen Schutzenberger sebagai Presiden AFIDES, Duta Besar RI untuk Perancis Reslan Ishar Jenise, dan profesor Perancis yang tergabung dalam Komite Saintifik.
Menurut Hélène Schutzenberger, disertasi kedua mahasiswa tersebut memiliki kualitas dan inovasi tinggi serta menawarkan solusi bagi persoalan keanekaragam hayati, transportasi, dan ekonomi Indonesia.
Duta Besar Indonesia untuk Perancis Reslan Ishar Jenie, dalam kata sambutannya, mengharapkan mahasiswa-mahasiswa Indonesia untuk terus berkarya demi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi kemanusiaan universal dan juga bangsa Indonesia.
Disertasi doktoral Kadarusman berjudul "Ikan Pelangi Kepala Burung Papua : Relasi Filogenetik, Sistematik dan Konservasi." Dalam studi tersebut, Kadarusman mengkaji keanekaragaman jenis ikan Pelangi di Kepala Burung Papua, kajian taksonomisnya, serta sejarah evolusinya. Ia mengungkapkan bahwa banyak jenis ikan pelangi kini terancam punah sehingga upaya konservasi maupun budidaya mutlak dilakukan.
"Data genetik yang didapatkan saat ini sudah cukup dijadikan dasar yang kuat melakukan konservasi ikan pelangi", tutur Kadar yang juga dosen Akademi Perikanan Sorong (APSOR) di Papua Barat.
Sementara, studi Hananto berjudul "Mobilitas dan Aksesibilitas Pasar Tenaga Kerja di Kota-kota Indonesia". Studi ini mengungkap bahwa semakin lancar mobilitas warga, maka pasar tenaga kerja akan semakin meningkat. Untuk itu, pemerintah diminta memperbaiki infrastruktur, moda transportasi dan fasilitas publik untuk meningkatkan akses masyarakat ke pasar tenaga kerja.
Kadarusman dan Hananto akan menyelesaikan studinya akhir tahun ini. Setelah itu, keduanya akan kembali ke Indonesia. Keduanya berharap, hasil studi dan ilmu yang telah ditimba di Perancis bisa bermanfaat bagi Indonesia.
Sumber : KOMPAS.com, 22 Oktober 2011

Jumat, 21 Oktober 2011

Pesan dari Rio, Perangi Kemiskinan!


Pesan dari Rio, Perangi Kemiskinan!
Josephus Primus | Josephus Primus | Sabtu, 22 Oktober 2011 | 12:26 WIB
ShutterstockIlustrasi
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan kepada semua negara di dunia memerangi kemiskinan dan ketimpangan sosial. Dua hak tersebut merupakan pesan dari pertemuan bertajuk kesehatan global di Rio de Janeiro, Brasil, kemarin.

Menurut WHO, krisis finansial bukan alasan bagi negara-negara untuk mengambil kesempatan memotong anggaran kesehatan.

Menurut WHO, meski di tengah krisis ekonomi dunia, persoalan kebersihan dan ketimpangan sosial harus tetap menjadi perhatian. "Pemerintah juga harus membangun kebijakan untuk mengikis ketimpangan sosial," kata Menteri Kesehatan Brasil Alexandre Padilha, sebagaimana warta Xinhua pada Sabtu (22/10/2011).
Lembaga itu juga memberikan catatan kalau krisis finansial bukan alasan bagi negara-negara untuk mengambil kesempatan memotong anggaran kesehatan.
Sumber  : KOMPAS.com, 22 Oktober 2011

Akhir 2011, Tiada Lagi Tentara AS di Irak


Akhir 2011, Tiada Lagi Tentara AS di Irak
Josephus Primus | Josephus Primus | Sabtu, 22 Oktober 2011 | 13:10 WIB
APTentara AS di Irak
Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menegaskan pada akhir 2011, tak ada lagi tentara AS di Irak. Menurut catatan AP danAFP pada Sabtu (22/10/2011), keputusan ini dikeluarkan persis sembilan tahun sejak invasi Irak di era pemerintah George W Bush. "Pasukan Amerika Serikat meninggalkan Irak dengan kepala tegak. Itulah cara Amerika mengakhiri misi militernya di Irak," kata Obama di Gedung Putih usai melakukan pembicaraan jarak jauh dengan Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki.

Pemerintah Irak masih menginginkan 5.000 personil militer AS berada di Irak untuk melatih militer negeri itu.



Meski menarik mundur pasukannya, Obama tetap mengharapkan kerja sama jangka panjang yang kuat dari pemerintah Irak. "Amerika Serikat dan Irak sudah menyepakati cara-cara untuk melangkan ke depan," lanjut Obama.
Saat ini Amerika Serikat masih memiliki sekitar 39.000 prajurit di Irak. Jumlah ini menurun drastis dari jumlah 165.000 personil pada 2008. Berdasarkan data Kementerian Pertahanan sebanyak 4.408 prajurit AS tewas di Irak sejak Maret 2003.


Imunitas
Rencana penarikan mundur seluruh pasukan AS di Irak sudah diumumkan sejak 2010. Bahkan tenggat penarikan mundur secara total pada 2011 sudah dirancang di masa pemerintahan Presiden Bush.
Namun, demikian rencana penarikan mundur ini tetap menimbulkan perdebatan yang tak berkesudahan. Pemerintah Irak masih menginginkan 5.000 personil militer AS berada di Irak untuk melatih militer negeri itu.
Terkait keinginan tersebut, ternyata, pemerintah Irak tidak akan memberikan imunitas hukum untuk para pelatih itu. Syarat inilah yang tak disetujui Pentagon yang menginginkan perlindungan dan imunitas hukum bagi seluruh personel militer AS di luar negeri. "Jika tidak ada kesepakatan soal imunitas, tak ada kesepakatan soal jumlah (personil militer AS)," kata juru bicara pemerintah Irak, Ali al-Dabbagh belum lama ini.
Sebagian besar warga Irak menganggap persoalan militer AS ini adalah masalah sensitif akibat banyaknya warga sipil yang tewas sejak invasi atas Irak dilakukan. Sejauh ini, pencabutan imunitas hukum sudah dilakukan untuk perusahaan-perusahaan keamanan swasta yang banyak beroperasi di Irak.
Sumber : KOMPAS.com, 22 Oktober 2011