Ilmu Bukan Hanya Untuk Di Pelajari Tapi Juga Untuk Di Amalkan
Space Ads close

Selamat datang di blog saya,, jika ada kritikan atau masukan silahkan di posting saja..semua kritikan dan masukan anda akan sangat membantu..


Jumat, 21 Oktober 2011

Akhir 2011, Tiada Lagi Tentara AS di Irak


Akhir 2011, Tiada Lagi Tentara AS di Irak
Josephus Primus | Josephus Primus | Sabtu, 22 Oktober 2011 | 13:10 WIB
APTentara AS di Irak
Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menegaskan pada akhir 2011, tak ada lagi tentara AS di Irak. Menurut catatan AP danAFP pada Sabtu (22/10/2011), keputusan ini dikeluarkan persis sembilan tahun sejak invasi Irak di era pemerintah George W Bush. "Pasukan Amerika Serikat meninggalkan Irak dengan kepala tegak. Itulah cara Amerika mengakhiri misi militernya di Irak," kata Obama di Gedung Putih usai melakukan pembicaraan jarak jauh dengan Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki.

Pemerintah Irak masih menginginkan 5.000 personil militer AS berada di Irak untuk melatih militer negeri itu.



Meski menarik mundur pasukannya, Obama tetap mengharapkan kerja sama jangka panjang yang kuat dari pemerintah Irak. "Amerika Serikat dan Irak sudah menyepakati cara-cara untuk melangkan ke depan," lanjut Obama.
Saat ini Amerika Serikat masih memiliki sekitar 39.000 prajurit di Irak. Jumlah ini menurun drastis dari jumlah 165.000 personil pada 2008. Berdasarkan data Kementerian Pertahanan sebanyak 4.408 prajurit AS tewas di Irak sejak Maret 2003.


Imunitas
Rencana penarikan mundur seluruh pasukan AS di Irak sudah diumumkan sejak 2010. Bahkan tenggat penarikan mundur secara total pada 2011 sudah dirancang di masa pemerintahan Presiden Bush.
Namun, demikian rencana penarikan mundur ini tetap menimbulkan perdebatan yang tak berkesudahan. Pemerintah Irak masih menginginkan 5.000 personil militer AS berada di Irak untuk melatih militer negeri itu.
Terkait keinginan tersebut, ternyata, pemerintah Irak tidak akan memberikan imunitas hukum untuk para pelatih itu. Syarat inilah yang tak disetujui Pentagon yang menginginkan perlindungan dan imunitas hukum bagi seluruh personel militer AS di luar negeri. "Jika tidak ada kesepakatan soal imunitas, tak ada kesepakatan soal jumlah (personil militer AS)," kata juru bicara pemerintah Irak, Ali al-Dabbagh belum lama ini.
Sebagian besar warga Irak menganggap persoalan militer AS ini adalah masalah sensitif akibat banyaknya warga sipil yang tewas sejak invasi atas Irak dilakukan. Sejauh ini, pencabutan imunitas hukum sudah dilakukan untuk perusahaan-perusahaan keamanan swasta yang banyak beroperasi di Irak.
Sumber : KOMPAS.com, 22 Oktober 2011

0 komentar:

Posting Komentar